Sepekan terakhir ini hujan lebat disertai kilatan petir dan terjangan angin ribut melanda banua Kalsel. Fenomena alam ini menguat seiring dengan perubahan musim hujan yang beralih memasuki kemarau.Berdasarkan analisa Balai Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I Kalsel di Banjarbaru, hujan yang terjadi pada masa pancaroba ini terbilang ekstrim.
Malam cerah, pagi harinya bisa terjadi hujan lebat. Terkadang pagi langit angkasa bersih membiru, siangnya mendadak muncul gumpalan awan gelap disertai kilatan petir, hujan pun mengguyur. Beberapa hari belakangan ini, hujan deras malah mengepung waktu sore dan malam hari.
Kasi Data dan Informasi BMG Staklim Kalsel, M Yahya, membeberkan
fenomena alam hujan ekstrim yang dirasakan belakangan ini berlanjut hingga akhir April.
Munculnya gumpalan awan comolunimbus yang berpotensi memunculkan kilatan petir dan hempasan angin puting beliung diingatkan harus diwaspadai. Ciri sifat awan ini muncul secara mendadak. Cuaca cerah tiba-tiba berganti mendung. Terlihat seperti gumpalan hitam di angkasa.
"Awan ini memunculkan hujan sangat lebat tapi dalam waktu relatif singkat. Biasanya selalu disertai kilat petir dan terjangan angin kuat. Mulai atas awan terjadi hempasan angin ke daratan (down draft) satu arah kecepatan anginnya minimal 25 knot (1 knot= 1,8 km/jam),"beber Yahya.
Hempasan angin yang dimunculkan akifitas awan comolunimbus (awan CB) ini seringkali tak hanya menciftakan angina rebut tapi juga sampai menimbulkan angin puting beliung.
sumber : banjarmasinpost.co.id

Posting Komentar
Kritik, saran, pertanyaan, cacian, makian, dan hinaan harap tulis dengan sopan di sini