Waduh serem deh dengar judulnya. Nggak kebayang klo sampe jadi sakit jiwa cuma gara-gara internet. Tapi dari pemaparan Dr Jerald Block dari American Journal of Psychiatry menyatakan bahwa para pecandu internet memenuhi kriteria untuk dianggap memiliki gangguan kejiwaan.
Jerald menjelaskan, kecanduan internet memiliki cakupan tiga hal: kecanduan judi, kecanduan pornografi, dan kecanduan komunikasi lewat teks atau chatting. Jenis kecanduan ini memiliki 4 komponen, yaitu kecanduan, penarikan diri, toleransi pada teknologi, dan adanya efek samping.
Para pecandu internet ini memiliki toleransi pada teknologi yang membuat mereka ingin selalu memiliki teknologi terbaru baik itu perangkat lunak maupun perangkat keras. Sedangkan sebagai efek samping, para pecandu ini akan terasing secara sosial dan mengalami tingkat kepenatan yang tinggi akibat duduk di depan komputer yang terlalu lama.
Di Korea Selatan, pemerintah mulai menanggapi kecanduan internet ini secara serius menyusul 10 kematian karena gangguan jantung yang terjadi di beberapa warnet dan 1 kasus pembunuhan yang berawal dari computer game.
Pemerintah Korea Selatan memperkirakan ada sekitar 210.000 anak muda yang mengalami kecanduan internet dan memerlukan bantuan medis. Sekitar 80 persen dari angka itu memerlukan perawatan psikotropika dan sekitar 20 persen bahkan harus dibawa ke rumah sakit.
Tidak seperti di Korea Selatan, di Amerika Serikat sendiri tidak mungkin mendapatkan data statistik seperti itu. Pengguna internet di Amerika kebanyakan menggunakan akses dari rumah sehingga sulit untuk dilacak. Sementara itu, pengguna internet di Asia kebanyakan masih menggunakan jasa layanan internet umum seperti warnet.
Menurut Dr Jerald, kecanduan ini sulit disembuhkan karena rata-rata pecandu menolak untuk dirawat sementara kemungkinan untuk kambuh cukup besar.
kayaknya emang bener sih jadi kita harus waspada nih, nggak pengenkan jadi orang yang sakit jiwa.
Sumber: Banjarmasinpost.co.id (American Journal of Psychiatry)

Mei 27, 2009 12:21 PM
kayaknya bener juga sih, tapi tergantung kita aja lagi bagaimana menyikapinya.....
Posting Komentar
Kritik, saran, pertanyaan, cacian, makian, dan hinaan harap tulis dengan sopan di sini